Panduan

Panduan Maintenance Website: DIY, Plugin atau Jasa Profesional?

Jika Anda tidak melakukan maintenance website, performa website Anda bisa menurun dan malah membuat website Anda menjadi rentan terhadap berbagai ancaman.

Panduan Maintenance Website Wordpress
Willya Randika 1

Willya Randika

Owner Harun Studio dan seorang WordPress developer, blogger, serta hosting reviewer. Telah membantu pemilik bisnis meraih kesuksesan dengan design, development dan maintenance sejak 2021.

Kategori:

Panduan

Apakah pernah terlintas dalam pikiran setelah menginstall WordPress atau setelah website Anda rampung, apa langkah selanjutnya?

Banyak pemilik website, khususnya yang masih pemula, merasa bingung pada tahap ini.

Atau, pernahkah Anda merasakan frustrasi karena situs WordPress Anda tiba-tiba melambat seperti kura-kura? Terinfeksi malware atau bahkan kena hack? Atau mungkin pernah mengalami kesulitan saat melakukan restore pada website?

Masalah-masalah tersebut sering dihadapi oleh pemilik website yang bahkan sudah punya pengalaman dalam mengelola website.

Namun, saya yakin tidak satupun dari kedua tipe pengguna tersebut ingin mengalami hal-hal menjengkelkan tersebut, bukan?

Untuk menghindari semuanya, ada solusi yang efektif, yaitu: menjaga dan melakukan maintenance website WordPress Anda dengan cara yang benar dan tepat.

Pertama-tama:

Apa itu Maintenance Website?

Bayangkan Anda punya mobil sport kesayangan. Anda pasti tidak hanya menggunakannya tanpa pernah memeriksanya, bukan?

Anda perlu melakukan tune-up secara rutin, ganti oli, dan bahkan sesekali memeriksa ban dan rem. Nah, itulah gambaran maintenance website.

Maintenance website adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan proses ‘pemeliharaan’ website Anda, seperti merawat mobil sport tersebut. ‘Pemeliharaan’ ini meliputi update rutin, peningkatan keamanan, perbaikan error, dan penyesuaian lain yang dibutuhkan untuk menjaga website berfungsi dengan baik.

Jika Anda tidak melakukan maintenance website, performa website Anda bisa menurun dan malah membuat website Anda menjadi rentan terhadap berbagai ancaman. Dengan kata lain, ‘maintenance website’ adalah cara Anda merawat dan memastikan ‘kesehatan’ website Anda.

Dengan melakukan ini, Anda dapat menghindari risiko kerusakan dan memaksimalkan potensi website Anda

Mengapa Maintenance Website WordPress Penting?

Mungkin Anda bertanya-tanya:

Kenapa saya perlu repot-repot melakukan maintenance pada WordPress saya?

Okay, saya paham. Sebelumnya, Anda telah berhasil mendesain website Anda, lalu mengubah desain tersebut menjadi realitas di WordPress. Anda bangga dengan hasilnya dan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa website Anda telah selesai dibuat.

Anda launching website Anda. Anda mempromosikannya di media sosial. Namun, apakah sebatas itu? Memang, website Anda telah selesai dan telah launching, tapi pekerjaan Anda masih belum selesai.

Untuk meraih tingkat keberhasilan, maintenance adalah langkah yang tak terhindarkan, kecuali jika Anda menganggap website Anda seperti barang yang hanya disimpan dan dibiarkan terlantar di gudang rumah Anda.

Ada beberapa alasan utama mengapa maintenance website menjadi sangat penting:

  • Meningkatkan keamanan website: WordPress adalah platform CMS yang paling populer di dunia. 43,1% dari total keseluruhan website menggunakan WordPress sebagai CMS nya. Nah, popularitas ini sayangnya menarik perhatian para hacker. Jika website Anda tidak di maintenance rutin, website Anda beresiko terkena serangan, seperti malware, DDoS atau brute force lainnya.
  • Meningkatkan performa: Misalnya, menghapus file yang tidak perlu, mengompresi gambar, atau mengurangi ukuran file CSS dan JavaScript. Dengan ini, waktu loading website Anda menjadi lebih cepat, mengurangi peluang pengunjung website Anda menemukan halaman yang membutuhkan waktu lama untuk termuat, dan pada akhirnya menurunkan bounce rate Anda. Situs dengan load yang cepat cenderung memiliki efek positif pada tingkat konversi.
  • Memperbaiki bug: Ini bisa berupa broken link, error pada tampilan, error di console atau fungsi-fungsi tertentu yang tidak bekerja dengan baik.
  • Optimasi SEO: Pemeliharaan website rutin, seperti memperbaiki semua error yang muncul di Search Console, bisa berupa broken link, kecepatan halaman website yang lambat, dan lain-lain yang dapat merusak SEO website Anda di mata mesin pencari seperti Google. Artinya apa? Maintenance dapat membantu meningkatkan rangking website Anda juga di Google.
  • Backup dan restore: Backup merupakan bagian paling penting dari maintenance situs. Bayangkan jika suatu saat situs Anda mengalami masalah besar, katakanlah jika website Anda adalah korban dari aktivitas hacking, dengan melakukan backup pada saat maintenance, Anda dapat melakukan restore website Anda persis sebelum website Anda di serang.
  • Meningkatkan pengalaman pengguna: Ibarat Anda punya toko di pasar, tentu Anda ingin pengunjung yang datang ke toko Anda mendapatkan pengalaman yang menyenangkan agar mereka mau kembali ke toko Anda, bukan? Sama halnya dengan website, jika website Anda ter-maintain dengan baik (tanpa atau minim downtime), mudah dinavigasi, aman dan cepat, pengunjung Anda akan senang. Banyak dampak positif yang terhasilkan seperti meningkatnya tingkat konversi dan mengurangi bounce rate.

Pertanyaan yang sebenarnya harus Anda tanyakan adalah: Bagaimana cara melakukan maintenance WordPress?

Mari kita pelajari lebih lanjut bagaimana melakukannya dengan benar.

Bagaimana Cara Maintenance Website WordPress

Ada tiga cara.

  1. Menggunakan plugin
  2. Do it Your Self (DIY) atau cara manual dan membutuhkan usaha ekstra
  3. Menggunakan jasa maintenance website

Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya. Saya akan bahas semuanya satu per satu.

A. Menggunakan plugin

Mungkin Anda berpikir, menggunakan plugin terdengar mudah, semacam ‘set and forget’. Anda hanya perlu menginstall dan biarkan plugin menjalankan tugasnya.

Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Anda memerlukan pengetahuan yang cukup mendalam tentang bagaimana mengatur plugin, dan bahkan harus mengetahui mana plugin yang tepat untuk kebutuhan website Anda.

Jika Anda melihat koleksi plugin di WordPress Repository, Anda akan menemukan banyak sekali pilihan yang bisa digunakan untuk maintenance website WordPress Anda. Mulai dari yang gratis hingga yang berbayar, mulai dari yang fokus pada kasus tertentu hingga yang menawarkan solusi lengkap.

Apa yang dimaksud dengan kasus tertentu?

Yaitu plugin yang berfokus pada isu khusus, seperti plugin LiteSpeed Cache, WP Rocket, dan WP Optimize yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan website Anda, plugin Wordfence, MalCare dan Sucuri untuk keamanan, plugin Backup Migration untuk backup, plugin Antispam Bee untuk pencegahan komentar spam, dan banyak lagi.

Sementara itu, ada plugin yang menawarkan solusi lengkap, seperti WP Umbrella.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.

table projects

Namun, yang perlu diingat adalah tidak ada satu pun plugin yang bisa menangani semua aspek maintenance sekaligus. Jadi, dalam prakteknya, Anda memerlukan beberapa plugin. Apa artinya? Maintenance WordPress adalah pekerjaan yang cukup kompleks.

Untuk memahami apa yang saya maksud kompleks, mari lanjut membaca bagian B, yaitu cara manual atau DIY.

B. Cara Manual atau DIY

Saya telah menjelaskan sebelumnya bahwa menggunakan plugin bukanlah cara set and forget. Faktanya, Anda juga harus melakukan beberapa pekerjaan manual bahkan jika Anda menggunakan plugin yang menawarkan solusi all in one sekalipun.

Saya akan jelaskan daftar tugas yang perlu Anda lakukan untuk melakukan maintenance WordPress Anda secara professional dibawah ini:

Pemeliharaan Data dan Keamanan

1. Backup

Tergantung dimana Anda meng-hostingkan website Anda, baik itu di shared hosting dengan control panel cPanel atau Plesk, managed WordPress hosting, Virtual Private Server, ataupun menggunakan cloud panel seperti RunCloud, saya yakin semua pilihan memiliki sistem backup masing-masing.

backup

Namun, jika Anda menggunakan shared hosting, berdasarkan pengalaman saya, sistem backupnya cenderung tidak bisa diandalkan dan 99% Anda harus melakukan backup cadangan, misalnya dengan menggunakan plugin di WordPress.

Pilihannya adalah:

  • Pilih provider hosting yang memiliki fitur backup harian
  • Atau gunakan plugin untuk tugas ini seperti UpdraftPlus, Backup Migration, BackWPup, BackupSheep (ada versi free nya dengan pilihan backup ke Google Drive)
  • Gunakan plugin all-in-one maintenance seperti WP Umbrella.
  • Jika Anda menggunakan Managed WordPress Hosting seperti Kinsta, WP engine atau Cloudways, Anda akan aman dan dalam banyak kasus, Anda tidak membutuhkan plugin backup.

Pekerjaan backup ini bisa di atur otomatis dan bisa dijadwalkan. Adapun restore perlu dilakukan secara manual.

2. WordPress Database Cleaning

Anda tahu, database adalah jantung dari website WordPress Anda. Dalam database, semua konten, pengaturan, dan data lainnya disimpan. Namun, seiring berjalannya waktu, database Anda mungkin akan penuh dengan data yang tidak perlu atau duplikat yang dapat memperlambat website Anda.

database optimization

Itu sebabnya Anda perlu melakukan tugas bersih-bersih database pada saat maintenance.

  1. Menggunakan plugin: Jika Anda menggunakan plugin cache seperti LiteSpeed Cache dan WP Rocket, Anda tidak memerlukan plugin tambahan untuk melakukan tugas database cleaning, karena kedua plugin cache tersebut dan beberapa plugin cache lainnya sudah memiliki fitur untuk database cleaning. Jika tidak ada, Anda bisa menggunakan beberapa pilihan plugin populer termasuk WP-Optimize, Advanced Database Cleaner, dan WP-Sweep. Plugin-plugin ini dapat menghapus revisi posting, spam komentar, draft otomatis, dan data lain yang tidak perlu.
  2. Manual via phpMyAdmin: Anda juga dapat membersihkan database Anda secara manual menggunakan alat seperti phpMyAdmin. Namun, ini memerlukan sedikit lebih banyak pengetahuan teknis dan hati-hati untuk tidak menghapus data penting.

Ingatlah untuk selalu membuat backup sebelum melakukan pembersihan database, karena proses ini tidak dapat di-undo.

3. Menghapus tema dan plugin yang tidak digunakan

Tema dan plugin yang tidak digunakan, meski tidak aktif, masih dapat menjadi target serangan dari hacker. Ini karena file dan kode mereka masih ada dalam direktori website Anda.

Jika ada kerentanan dalam kode tema atau plugin tersebut, hacker dapat mengeksploitasi ini untuk mendapatkan akses ke situs Anda.

Selain itu, tema dan plugin yang tidak diperbarui seringkali memiliki kerentanan keamanan yang telah diketahui oleh publik, dan ini menjadi sasaran empuk bagi serangan. Oleh karena itu, menghapus tema dan plugin yang tidak digunakan bukan hanya membantu meningkatkan performa situs Anda, tetapi juga membantu mencegah serangan keamanan.

4. Melakukan scanning terhadap kerentanan WordPress secara berkala

Dengan berjalannya waktu, situs WordPress Anda bisa saja menjadi sasaran untuk berbagai jenis serangan, termasuk malware, virus, dan kode berbahaya.

Dengan melakukan scanning secara regular, Anda dapat mendeteksi dan mengatasi potensi ancaman sebelum mereka berakibat fatal.

Ada beberapa pilihan tergantung provider hosting Anda:

sucuri site check
  1. Jika Anda menggunakan Managed WordPress Hosting seperti Kinsta dan WP Engine, saya rasa Anda tidak memerlukan plugin keamanan di WodPress Anda, karena mereka telah membuat fitur keamanan yang canggih dan beroperasi di level server, sehingga Anda tidak perlu lagi melakukannya di tingkat website. Mereka telah memiliki WAF, DDos protection, malware scanning dan banyak lagi.
  2. Kasus yang sering ditemukan adalah di shared hosting, walaupun telah menggunakan beberapa fitur keamanan di cPanel, seperti Imunify360, Leech Protection, dan ModSecurity, tapi saya sering menemukan justru kerentanan ada dalam WordPress itu sendiri, atau dalam tema dan plugin yang diinstall. Oleh karena itu Anda tetap membutuhkan tambahan keamanan seperti menginstall plugin Wordfence yang dapat melakukan scanning terhadap malware, memiliki firewall, pencegahan brute force dan aktifitas pemantauan yang dilakukan secara real-time.
  3. Secara manual, Anda dapat memanfaatkan alat pengecekan malware dan security website, yaitu Sucuri dan WPScan (saya menggunakan WPScan untuk mengecek vulnarebilities di semua website klien saya di Harun Studio dan sejauh ini merupakan pilihan gratis terbaik yang bisa Anda gunakan.)
5. Monitoring uptime website

Ini tugas maintenance yang sangat penting, tapi sayangnya mungkin sering luput atau diremehkan padahal bisa dilakukan secara otomatis dengan bantuan alat, alias tidak perlu dilakukan secara manual.

Apa itu uptime? Singkatnya, jika website Anda live atau bisa diakses normal, maka dinamakan uptime. Namun, jika website Anda tidak bisa diakses apapun masalahnya, maka dinamakan downtime.

Apakah Anda bisa memantau website Anda 24/7? Mustahil bukan? Dan apakah Anda selalu tahu kapan website Anda down? 100% tidak, kecuali Anda memonitoringnya menggunakan alat monitoring.

Ada banyak alat monitoring uptime dan domain yang bisa Anda gunakan, baik yang gratis maupun yang berbayar. Anda bisa membaca artikel tentang alat monitoring website terbaik ini untuk mendapatkan referensi tambahan.

cronitor uptime monitoring.jpg

Apa manfaat dari monitoring uptime?

  1. Anda bisa mengetahui seberapa baik stabilitas uptime server dari provider hosting yang Anda gunakan saat ini. Jika buruk atau website Anda sering down dan memang karena kesalahan dari sisi server, Anda bisa cepat melakukan tindakan, seperti memindahkan website Anda ke provider lain yang memiliki stabilitas uptime yang tinggi.
  2. Downtime website tidak hanya disebabkan kesalahan server saja, bisa jadi dari pengkodean yang salah di website Anda. Jika website Anda down > pengunjung tidak bisa mengakses website Anda > tidak ada penjualan. Alat monitoring uptime akan memberitahukan ketika website Anda down secara instant, baik melalui email, WhatsApp, Slack, SMS dan lain-lain sehingga Anda bisa cepat melakukan perbaikan.
6. Lakukan Pengecekan SMTP

Fungsi email tidak kalah penting dalam peranannya menjalankan sebuah website, terlebih lagi untuk WooCommerce, baik itu untuk notifikasi, konfirmasi pesanan, atau email pemasaran.

Namun, kadang fungsi email ini bisa gagal karena masalah SMTP. Untuk itu, Anda harus melakukan pengecekan SMTP secara berkala untuk memastikan bahwa email Anda bekerja dengan baik.

Anda bisa menggunakan plugin seperti FluentSMTP (100% gratis) untuk melakukan pengecekan rutin.

Pembaruan dan Pemeriksaan Fungsional

1. Update dan Upgrade WordPress Core, Tema dan Plugin

Pertama, terkait semua update yang berkaitan dengan WordPress Core, Anda harus segera melakukan update dan tidak menunda-nunda, karena biasanya ini berkaitan dengan keamanan WordPress itu sendiri.

Anda dapat melakukan ini secara otomatis melalui pengaturan hosting Anda. Namun, hal ini tergantung pada penyedia hosting yang Anda gunakan, tetapi jika Anda menggunakan cPanel atau managed WordPress hosting, fitur pembaruan otomatis ini seharusnya aktif secara default, kecuali anda sengaja menonaktifkannya.

update

Sementara untuk tema dan plugin, kecuali jika ada kerentanan pada versi tertentu, Anda masih bisa menunggu versi update berikutnya.

Jika tema dan plugin melakukan update besar-besaran, terutama WooCommerce yang hampir setiap minggunya memiliki pembaruan terbaru, saya menyarankan Anda untuk menunggu selama 1-2 minggu ke depan.

Ini merupakan tindakan kehati-hatian untuk mengantisipasi jika terjadi kesalahan pada pembaruan terbaru yang bisa mengakibatkan fungsi di website Anda menjadi rusak.

2. Cek dan hapus semua komentar spam

Komentar spam bisa merusak reputasi dan SEO situs Anda.

spam comments

Gunakan plugin anti-spam dan periksa komentar secara manual untuk memastikan tidak ada komentar spam yang terlewat. Anda bisa menggunakan plugin seperti Akismet (gratis untuk personal) atau Antispam Bee (gratis baik untuk website personal dan komersial website) untuk membantu dalam tugas ini.

3. Cek semua form

Form adalah cara pengunjung berkomunikasi dengan Anda. Form kontak, form pemesanan, form pendaftaran, semua perlu berfungsi dengan baik.

Sayangnya, pekerjaan ini harus dilakukan secara manual oleh admin website. Anda bisa melakukan tugas ini secara mingguan dan tidak perlu setiap hari.

Namun, beberapa plugin form, seperti FluentForms, Gravity Forms atau Contact Form 7 memiliki fitur pengecekan eror (seperti eror pengiriman email atau eror validasi) dan biasanya mengirimkan notifikasi jika ada masalah. Pastikan anda mengaktifkan fitur ini di plugin form yang Anda gunakan.

4. Periksa semua akun pengguna

Pengguna adalah jiwa dari website Anda, terutama jika Anda menjalankan sebuah situs komunitas atau forum.

Tidak jarang, beberapa akun pengguna bisa menciptakan masalah, entah itu spam, perilaku yang merusak, atau bahkan usaha hacking. Untuk itu, penting bagi Anda untuk melakukan pengecekan secara rutin terhadap semua akun pengguna di WordPress Anda.

Pastikan semua pengguna memiliki level akses yang tepat dan tidak ada aktivitas mencurigakan dari setiap akun.

5. Cek statistik dari paket web hosting Anda

Salah satu hal penting dalam maintenance website WordPress adalah memahami bagaimana sumber daya hosting yang digunakan.

Ini termasuk memahami berapa banyak storage dan bandwidth yang digunakan, dan berapa banyak CPU atau RAM yang digunakan oleh website Anda.

check statistic hosting

Semua informasi ini bisa Anda dapatkan dari panel kontrol hosting Anda. Jika Anda melihat ada lonjakan tiba-tiba dalam penggunaan sumber daya, itu menandakan ada masalah yang perlu ada tindakan, seperti misalnya mengupgrade paket hosting Anda.

6. Periksa dan update jika ada perubahan pada sitemap

Ini tugas maintenance yang tidak akan Anda lakukan secara rutin, baik harian, mingguan atau bulanan, tetapi jika Anda merubah plugin SEO Anda, katakanlah sebelumnya Anda menggunakan Yoast SEO, kemudian Anda beralih ke SEOPress, maka ada kemungkinan bahwa URL sitemap Anda juga berubah.

Jika URL sitemap website Anda berubah, saya percaya Anda juga perlu melakukan perubahan URL sitemap di Google Search Console Anda untuk memastikan bahwa tidak ada error.

Juga memastikan bahwa Google masih bisa mengakses dan mengindeks halaman di situs Anda dengan baik. Jika tidak, halaman baru yang Anda tambahkan mungkin tidak akan terindeks dengan cepat dan ini bisa mempengaruhi kinerja SEO situs Anda.

Performa dan Pemantauan Situs

1. Cek performa website

Kecepatan website yang lambat dapat berdampak negatif terhadap pengalaman pengguna dan peringkat SEO Anda.

Untuk itu, Anda perlu melakukan pengecekan secara berkala.

Ada cara manual dan otomatis dengan alat monitoring untuk melakukan pengecekan ini.

Jika Anda ingin menggunakan cara manual atau gratis, Anda bisa menggunakan berbagai alat seperti Google PageSpeed Insights (juga untuk mengecek Core Web Vitals), GTmetrix, atau Pingdom untuk mengukur kecepatan website Anda.

Ketiga alat ini juga akan memberikan Anda saran tentang bagaimana cara meningkatkan performa kecepatan website Anda. Meskipun, yes, Anda harus memiliki pengetahuan yang cukup mendalam juga untuk memahami dan melakukan perubahan dari rekomendasi-rekomendasi yang diberikan.

pagespeed

Ah iya, saya lupa Anda juga bisa menggunakan Google Search Console untuk memonitoring Core Web Vitals asalkan Anda memiliki pengunjung yang cukup.

gsc
2. Cek index website Anda di mesin pencari

Memastikan bahwa situs Anda diindeks dengan baik oleh mesin pencari sangat penting untuk SEO.

Anda bisa melakukan pengecekan secara manual dengan mengunjungi Google.com dan gunakan cara berikut:

site:[nama_domain_anda]

misalnya site:harunstudio.com

site harunstudio

Kemudian lakukan pengecekan di Google Search Console untuk melihat berapa banyak halaman situs Anda yang telah diindeks oleh Google, dan periksa apakah ada masalah indeks atau pengeblokan yang mungkin mencegah halaman Anda muncul dalam hasil pencarian.

Jika Anda melihat penurunan tiba-tiba dalam jumlah halaman yang diindeks, ini bisa menunjukkan masalah SEO yang perlu Anda investigasi lebih lanjut.

3. Perbaiki semua error yang dapat merusak SEO website

Ini berhubungan dengan SEO website Anda secara technical atau secara on-page.

Untuk tugas yang satu ini, saya sangat menyarankan Anda menggunakan alat audit SEO karena akan sangat memudahkan dan mengefisienkan waktu.

Jika Anda mencari pilihan yang gratis, saya menyarankan untuk menggunakan beberapa pilihan dibawah ini:

ahrefs awt
  1. Ahrefs Webmaster Tools: Tool ini gratis dan salah satu tool terbaik untuk memonitoring SEO health (140+ masalah seo termasuk pengecekan broken links), pengecekan backlink, dan informasi keyword yang banyak mendatangkan traffic ke website Anda. Anda bahkan bisa mengintegrasikan API PageSpeed Insights ke tool AWT ini. FYI, tool ini gratis digunakan untuk unlimited website, tetapi memiliki keterbatasan, yaitu hanya gratis 5,000 crawl credits per project bulannya.
  2. Google Search Console: Gratis dan saya yakin Anda telah menggunakannya. Namun, saya tidak 100% percaya dengan tool ini karena keterbatasan yang dimiliki.
  3. Screaming Frog SEO Spider: Tool ini membantu meng-crawl website Anda untuk menemukan masalah umum yang berhubungan dengan technical SEO website. Sayangnya, pada versi gratisnya, hanya terbatas untuk crawling 500 URL saja.
4. Periksa dan perbarui meta tag dan deskripsi

Periksa dan pastikan bahwa setiap halaman di situs Anda memiliki meta tag dan deskripsi yang relevan dan deskriptif. Meta tag harus mencakup kata kunci yang relevan, dan deskripsi harus memberikan ikhtisar singkat dan menarik tentang konten halaman.

Anda bisa menggunakan plugin SEO seperti SEOPress, Rank Math dan lain-lain untuk membantu dalam mengelola dan memperbarui meta tag dan deskripsi ini.

Oh ya, hampir semua plugin SEO akan menambahkan kolom pada halaman daftar post atau page dan Anda bisa melakukan review darisini sehingga pekerjaan lebih cepat untuk menemukan post atau page mana yang belum memiliki meta title dan meta description.

meta title dan desc

C. Menggunakan Layanan Jasa Maintenance Website

Seperti halnya menggunakan plugin, mengandalkan jasa maintenance juga memiliki tantangannya sendiri.

Pertama, Anda perlu menemukan penyedia jasa yang benar-benar tepercaya dan profesional. Ingat, mereka akan memiliki akses ke website Anda, dan itu berarti Anda harus benar-benar yakin bahwa mereka adalah pilihan yang tepat.

Jika Anda mencari di internet, ada banyak sekali jasa maintenance WordPress yang ditawarkan, dengan berbagai rentang harga dan layanan.

Beberapa menyediakan layanan lengkap, mencakup semua aspek maintenance website, dari optimasi kecepatan, keamanan, backup, hingga pencegahan spam. Namun, ada juga yang hanya fokus pada area tertentu, seperti optimasi SEO atau keamanan.

Rekomendasi saya adalah memilih layanan jasa maintenance website yang spesialisasinya 100% di WordPress. Mengapa?

Setidaknya karena dua alasan berikut:

  1. Agency yang spesialisasinya 100% di WordPress memiliki pengetahuan yang lebih mendalam dan mampu menangani berbagai macam masalah yang mungkin muncul dan siap mengatasi berbagai isu teknis yang sering kali tidak mampu diatasi oleh layanan maintenance biasa.
  2. Anda akan mendapatkan keuntungan karena agency yang spesialisasinya di WordPress, biasanya membangun sistem dan fitur yang ditawarkan sangat sesuai dengan kebutuhan website WordPress / WooCommerce.

Selain itu, pastikan juga bahwa layanan yang Anda pilih menawarkan fitur-fitur yang Anda butuhkan, seperti opsi backup dan restore, serta keamanan yang dapat diandalkan, support yang baik, cepat dan responsif.

Terakhir, perhatikan juga harga dan pastikan bahwa layanan yang Anda pilih memberikan value yang sepadan dengan biaya yang Anda keluarkan. Ingat, harga yang murah belum tentu berarti layanan yang bagus, dan layanan yang bagus sering kali memerlukan investasi yang lebih.

Kesimpulan

Pentingnya rutinitas secara berkala dalam website maintenance

Melakukan maintenance website WordPress secara rutin adalah sebuah keharusan jika Anda ingin website Anda tetap berjalan dengan lancar dan aman.

Tugas maintenance tidak hanya membantu meningkatkan performa dan kecepatan situs Anda, tetapi juga membantu menjaga keamanan situs dari ancaman potensial.

Ingat, peningkatan kecil secara berkelanjutan dapat berdampak signifikan dalam jangka panjang.

Untuk memudahkan Anda menjadwalkan tugas maintenance rutin website Anda, saya buatkan Anda tabel tugas yang telah saya sortir berdasarkan frekuensinya dibawah ini:

Tugas harian

  • Backup harian: Gunakan plugin backup atau sistem backup dari provider hosting atau keduanya.
  • Monitoring uptime website: Gunakan alat monitoring seperti UptimeRobot, Cronitor atau BetterUptime.

Tugas mingguan

  • Database cleaning: Gunakan plugin seperti WP Rocket, WP Optimize atau Advanced Database Cleaner untuk menjadwalkan secara otomatis tugas ini.
  • Update dan upgrade WordPress core, tema dan plugin: Jika ada update atau upgrade, lakukan setiap minggu untuk menghindari celah keamanan.
  • Cek dan hapus semua komentar spam: Gunakan plugin Anti-spam, seperti Akismet dan Antispam Bee untuk mencegah komentar spam atau lakukan pengecekan rutin setiap minggunya.
  • Melakukan scanning terhadap kerentanan WordPress: Untuk menjaga keamanan website, lakukan scanning setiap minggu, baik menggunakan Sucuri, atau plugin keamanan seperti Wordfence dan MalCare.
  • Cek performa website: Ini penting dilakukan setiap minggu untuk memastikan website Anda bekerja dengan optimal. Gunakan PageSpeed Insights dan Google Search Console.

Tugas bulanan

  • Menghapus tema dan plugin yang tidak digunakan: Biasanya ini tidak perlu dilakukan setiap minggu kecuali Anda sering mengubah tema atau plugin. Melakukan ini setiap bulan sudah cukup.
  • Cek semua form: Kecuali Anda membuat form baru setiap minggu, cek semua form setiap bulan cukup efektif.
  • Cek dan optimasi SEO On-page: Perbaiki semua error yang dapat merusak SEO website, seperti broken links, redirect yang salah dan lain-lain. Gunakan alat Ahrefs Webmaster Tool dan Google Search Console.
  • Perbarui meta tag dan deskripsi: Ini merupakan tugas SEO yang penting dan sebaiknya dilakukan setiap bulan.
  • Lakukan Pengecekan SMTP: Kecuali Anda mengalami masalah dengan email, melakukan pengecekan ini setiap bulan cukup.
  • Periksa semua akun pengguna: Melakukan ini setiap bulan sudah cukup, terutama jika Anda tidak sering menambahkan pengguna baru.
  • Cek statistik dari paket web hosting Anda: Melakukan ini setiap bulan juga cukup efektif.
  • Periksa dan update jika ada perubahan pada sitemap: Biasanya, ini hanya perlu dilakukan jika Anda mengubah struktur situs atau mengganti plugin SEO yang dapat merubah URL sitemap website Anda.

Ingatlah bahwa jadwal ini adalah panduan dan Anda mungkin perlu menyesuaikannya berdasarkan kebutuhan spesifik situs WordPress Anda.

Selalu memantau situs Anda dan membuat perubahan yang diperlukan adalah kunci untuk menjaga situs web WordPress Anda tetap sehat dan aman.

Cara manual atau menggunakan layanan maintenance website?

Pilihan antara melakukan maintenance secara manual atau menggunakan jasa pihak ketiga tergantung pada kebutuhan, pengetahuan, dan anggaran Anda.

Jika Anda memiliki pengetahuan teknis dan waktu, melakukan maintenance secara manual bisa menjadi pilihan yang baik.

Namun, jika Anda lebih memprioritaskan efisiensi (artinya Anda bisa fokus pada bisnis Anda dan tidak perlu khawatir tentang website Anda) atau tidak memiliki keterampilan teknis yang cukup, menggunakan jasa pihak ketiga akan lebih menguntungkan.

Rangkuman

Sampai sini, saya yakin Anda telah memahami apa saja tugas maintenance pada website WordPres yang perlu Anda lakukan. Sebagai rangkuman:

  • Anda telah memahami pentingnya maintenance pada website WordPress Anda, seperti untuk menjaga keamanan, performance, SEO, dan meningkatkan pengalaman pengguna.
  • Anda juga telah memahami beberapa cara melakukan maintenance, yaitu menggunakan plugin all in one maintenance seperti WP Umbrella, plugin yang sifatnya case by case basis, dan cara-cara manual dan juga menyadari bahwa di banyak kasus, cara manual juga masih diperlukan.
  • Juga telah mengetahui apa saja tugas-tugas utama yang perlu dilakukan dalam maintenance, mulai dari backup, restore, scanning malware, monitoring uptime, pengecekan performa, SEO, dan lain-lain.
  • Juga memahami perbedaan mengenai menggunakan plugin atau cara manual dan perbedaannya dengan menggunakan layanan maintenance professional seperti Harun Studio.

Butuh Bantuan untuk Maintenance Website Bisnis Anda?

Kami menyediakan paket layanan maintenance website secara profesional, yang didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan website WordPress / WooCommerce Anda, mulai dari:

  • Menyediakan high performance VPS hosting dengan stabilitas uptime yang sangat tinggi,
  • Security yang dapat Anda andalkan (real-time security monitoring, malware removal, DDos protection, WAF, backup harian dengan retensi up to 30 hari, 24/7 monitoring dan lain-lain),
  • Dapat membantu untuk custom development baik WordPress maupun WooCommerce,
  • Juga membantu hal-hal yang berhubungan dengan SEO,
  • Dan akan memberikan anda laporan setiap minggu dan bulannya terkait kesehatan dan performa website Anda.

Dengan biaya yang terjangkau atau 60% lebih murah daripada harus memperkerjakan satu orang karyawan in house.

Maintenance Website Bisnis