Review SiteGround

Update PENTING 12 November 2020:

SiteGround telah menghentikan layanan nya di beberapa negara termasuk Indonesia, jadi Anda tidak bisa menyewa atau membeli hosting baru di SiteGround.

Bagaimana dengan pelanggan lama?

Pelanggan lama tetap bisa melanjutkan layanan nya, bahkan masih bisa memperpanjang hosting, order hosting baru dan layanan support juga masih tersedia.

Saya sudah mengkonfirmasi nya melalui tiket:

Tentang SiteGround

Penasaran apa alasan mereka menghentikan layanan nya di Indonesia?

Saya sudah menanyakan nya langsung dan mungkin Anda bisa menduganya, yaitu pajak yang tinggi.

Mereka mengatakan:

We aim to comply with the dynamically changing local legislation everywhere we do business. This means that we respect the requirements of local governments in terms of doing business with their citizens and lately more and more countries are introducing new laws asking foreign entities like ours to comply.Unfortunately, for some regions such as Indonesia, we have evaluated that the expected compliance will result in heavy taxation, which at the moment we cannot afford to incur and decided to pull away.

Tinggalkan Komentar

50 Komentar

  1. Baru tau Siteground tidak mau menerima user baru dari Indonesia lagi. Saya masih menggunakan Siteground paket GoGeek, sejauh ini sangat memuaskan mau jam berapa aja support selalu siap. Harga emang gak bohong sih.

    Reply
  2. Saya tertarik menggunakan layanan site Ground , tapi saya baca comentar temen-temen katanya siteground tidak ada layanan lagi bagi indonesia terhitung dari tanggal 3 november 2020..

    yang jadi pertanyaan saya, kalau kita sudah berlangganan, lalu pihak siteground tidak melayani bagi negara indonesia..

    apakah accaunt kita atau hosting kita akan di putus kontrak kah bang?

    Reply
  3. Barusan saya chat ke siteground buat pertanyaan presales, ternyata siteground udah ga provide layanan lagi buat Indonesia terhitung mulai 2 hari yang lalu atau tanggal 3 November 2020.

    Cloudways saya kurang familiar sama tampilannya. Udah coba pakai, cuma bertahan 3 bulan habis itu pindah.

    Ada referensi hosting lain mas? yang support web apps sih kalau bisa.

    Thanks

    Reply
    • Iya betul, saya juga dapat email mereka akan stop layanan nya di beberapa negara termasuk Indonesia.
      Mas cari yang shared atau VPS? SiteGround kan masih shared tipe hosting nya yang paket ‘Web Hosting’.

      Reply
      • Iya betul mas. Kayanya gara gara ada perubahan regulasi.
        Terus gimana kalo udah pake layanannya ya mas?
        Saya ada 1 akun klien yang minta di siteground sih, belum tanya supportnya kelanjutannya gimana nanti.

        Saya si sebenernya cari yang vps semi managed mas, ga mau ribet di teknikal soalnya. Atau reseller hosting yang udah support WHM mas, biar bisa generate banyak CPanel hehehe.

        Ada rekomendasi ga mas?

      • Kalau reseller hosting saya tidak tahu mas. Cloudways harusnya sudah cocok kok mas.
        Kalau mau yang semi managed VPS, ini saya engga tahu apa maksudnya sama seperti yang saya pikirkan, tapi coba lihat ServerPilot.

  4. Apakah hosting ini bisa digunakan untuk elearning sekolah, krn beberapa hosting yg ada di Indonesia sy gunakan setelah berjalan beberapa bulan tiba2 disuspend dgn alasan hosting nya bukan untuk didesain untuk elearning..

    Reply
  5. Mas Willya saya mau tanya, untuk yang diskon 60% paket startup itu hanya berlaku untuk pembelian pertama saja ya? Total biaya per tahun untuk perpanjangan hostingnya termasuk tax (jika ada) berapa ya untuk paket startup?

    Terima kasih sebelumnya, sangat membantu artikelnya.

    Reply
    • Iya betul, diskon 60% hanya untuk pembelian pertama saja. Ketika perpanjangan nanti akan dikenakan harga normal, untuk paket StartUp menjadi $11.95/bulan (tidak ada pajak).
      Saran saya sebaiknya ambil 2-3 tahun kedepan biar lebih murah. Atau boleh juga ambil 1 tahun dulu, siapa tahu tahun depannya sudah mau upgrade ke Cloud VPS.

      Reply
  6. Halo mas Willya, akhirnya saya pindah dari si A2 ke siteground, karena di A2 saya downgrade sdh ga pakai speed 20x nya anjlok banget trafiknya (awal 1200/hr pindah jd 450/hari), klo mau tetap di paket ada 20x speed ga sanggup 200 an euro/tahun.

    Mumpung black friday sy pindah ke siteground langsung ambil paket 3 tahun. Ga enaknya utk biaya sub-domain kena 30 euro/sub-domain. Nah krn cuma 1 sub-domain yg menghasilkan duit (walau ga banyak amat sih!), 1 sub-domain sy mau salin ulang ke blog utama saya. Pertanyaanku bisa ga sih kita migrasi sendiri sub-domain?. 3 thn lagi klo naik harga ke normal, sy bakal balik ke hijau ambil paket 3 tahun yg ada speed 20x 🙂 Oh iya sy order siteground pakai link dr blog mas ini dan panduan bayar pakai Paypal membantu sekali 🙂 .

    Reply
      • Hallo mas Willya, iya di charge 30 euro untuk pindahan per sub-domain klo pakai tenaga ahli, nah saya coba mau pindahin sendiri ko malah error. Memang sih waktu sy iseng pindahin sub-domain domain utama saya belum beres pindah ke Siteground nya.. Utk transfer yg gratis hanya 1 website saja, utk web berikutnya bayar klo dibantuin. Makasih link nya ya, nanti saya baca2 dulu, lumayan klo bisa hemat 60 euro 🙂 .

      • Oh iya lupa bilang, awalnya saya pengen pindah ke niagahoster, sdh dr tahun lalu cari tahu infonya (baca penasihathosting juga 🙂 ) ternyata pas sy mau pindah hosting, lihat cara pembayaran niagahoster pembayaran hanya pakai bank Indonesia, sedangkan sy posisi di luar Indonesia dan hanya punya Paypal.

      • Saran saya tetap di Siteground saja mbak. Jauh lebih bagus performance nya.
        Mbak Nella beli nya pas Black Friday kemarin ya? Mungkin engga samapi 100 euro langsung 3 tahun gitu.

      • Halo mas Willya, total saya bayar 237 Euro (Rp. 3,5 juta) rinciannya: 3 Years GrowBig Hosting (Singapore DC) 191,92 Euro ; Professional Migration 28,56€ ; Domain Transfer 16,60 Euro.

        Saya pakai jasa migrasi utk 1 sub-domain karena sdh 2 hari coba pindahin sendiri puyeng haha, saya sudah ngikutin link yg mas kasih, sudah sukses download data ke computer, mentoknya mau upload ke hosting baru, ya udahlah drpd puyeng sy bayar aja migrasinya.

        1 sub-domain lagi krn sama sekali ga menghasilkan duit, ya saya relakan akan hilang 2 minggu lagi. Berhasil salin ulang 20 artikel yg paling tinggi views nya aja.

        Iya sy pindah hosting pas black Friday, klo harga normal 2x lipat harga diatas. Cuma ko sy agak sedikit nyesel kenapa ga ambil paket Gogeek, krn paket yg sy beli Gowbig ini webspace 20 GB, setelah domain berikut 1 sub-domain free space nya sisa 7 GB.

        Growbig paket kan untuk 25rb pengunjung/bulan, sy beli krn pegunjung blog sy sekitar di 15rb/bln. Sedangkan paket lebih tinggi GoGeek utk 100rb pegunjung/bulan (pengen cuma harganya lebih mahal hehe). Sy ambil paket Growbig karena ga terlalu bisa focus di Blog, Youtubeku lebih bagus hasil monetasinya, namun agak dilema juga lihat free space hosting Cuma 7 GB.

        3 tahun ke depan sy akan pindah lagi ke A2 hosting haha .. untuk renewals Siteground 212 Euro (Rp.3,1 juta) belum masuk budget saya. Tiap 3 tahun akan bolak balik A2 dan Siteground 🙂 . Maaf curhat kepanjangan.

  7. Saya pake Siteground. Hosting WP di SG ini sangat mantap. Saya merasakan peningkatan kecepatan diatas rata2. Siteground ini punya alat dynamic caching yang akan lebih membuat page load time jadi powerfull. Ditambah lagi perpaduan antara nginx dan memchaced yang sangat bagus.

    Reply
      • Saya sangat tertarik dengan hosting satu ini, tapi yg masih saya belum paham utk visitornya itu apakah memang utk batasan atau sekedar prediksi? Jika itu batasan dan ternyata sudah mencapai batasan, apakah web kita jadi tdk bisa dibuka? Dan itu terjadi apa solusi dari siteground nya? Mohon bantu jelaskan mass Willya.. thanks

      • Tidak seperti Kinsta yang menghitung jumlah visitors, SiteGround membuat jumlah visitors itu untuk acuan saja. Kalau lebih dari batasan, biasanya SiteGround akan kasih peringatan untuk menaikkan jumlah resources/upgrade. DI beberapa kasus mereka mau naikkan jumlah resources untuk sementara waktu sampai website bisa kembali di akses, hanya saja untuk jangka panjang sebaiknya paket di upgrade untuk menghindari load website yang lambat/tidak bisa diakses.

  8. Halooo..
    Saya pakai VPS dgn webserver nginx…
    1. Apakah siteground menggunakan nginx di webserver paket GoGeek ?? atau masih pake Apache ???
    2. Rencana ingin pindah kesana, tapi permaasalahan itu dari nginx pindah ke Apache.

    tolong infonya. tq

    Reply
    • Halo, saran saya tetap di VPS saja. Karena meskipun paket GoGeek boleh dibilang semi VPS, tapi jika Anda sudah menggunakan VPS Nginx, mungkin di DO atau Vultr, saya pikir itu sudah lebih baik.

      Iya, Siteground sudah menggunakan Nginx pada webservernya. Informasinya bisa dilihat disini: https://www.siteground.com/speed
      Atau bisa cek langsung website test Siteground Penasihat Hosting di: http://penasihathosting-sg.com/

      Reply
  9. Haloo Mas Willya Randika

    Terima kasih atas artikel yang bermutu tentang website dan segala macam “jerohannya”

    oh ya mas, saya pernah membaca artikel tentang web speed dan menemukan bahwa Mas Willya Randika juga merekomendasikan A2 Hosting, kebetulan saya sedang bermasalah dengan speed dan waktu loading website saya (analisa saya berdasarkan dashboard fb dimana orang yang klik ke website dan menunggu website terbuka <60%)

    Mas saya tertarik dengan A2 hosting yang diklaim lebih cepat 20x dari hosting manapun

    Menurut mas Willya Randika, apakah A2 hosting adalah hosting terbaik saat ini (terutama mengatasi masalah saya diatas)?
    Apabila dibandingkan dengan Site Ground Mas Willya Randika lebih merekomendasikan mana?
    Untuk pemain ecommerce lokal, apakah saya bisa menggunakan A2 Hosting atau ada hosting lokal yang setara?

    terakhir minta kode affilasi nya mas Willya Randika, apabila ada untuk A2 Hosting (karena saya mendukung artikel-artikel berkualitas dari mas Willya Randika agar terus eksis)

    terima kasih

    Reply
    • Halo Mas Fajar,

      Pertama, kecepatan website tidak melulu karena persoalan hosting yang lambat,.Di banyak kasus yang saya jumpai si justru bukan karena alasan hosting, tapi mungkin saja ada pengkodean yang salah dalam website mas, plugin yang makan banyak resources, dll.. Kebetulan saya sudah buat panduannya disini boleh dibaca jika mas ada waktu: https://harunstudio.com/mempercepat-loading-website/

      Tergantung dari kebutuhan website mas, saya gabisa langsung bilang kalau mas perlu pindah ke A2 Hosting lalu persoalan selesai.

      Jadi pertama, mas perlu audit website mas dulu, boleh baca panduan yang telah saya tulis di link diatas, terus cek traffic mas berapa, dan cek juga penggunaan resources di cPanel, karena terkadang kalau butuh penggunaan resources yang banyak, mas perlu mempertimbangkan upgrade hosting ke VPS. Dari pengalaman saya selama ini di banyak kasus si masalah loading website yang lambat langsung kelar ketika pindah ke VPS.

      Boleh kontak saya langsung jika butuh bantuan ya.

      Semoga membantu.

      Reply
  10. Malam Pak Willya..

    Alhamdulillah berkat artikel Bapak tentang review hosting terbaik luar negri 2018 ini, yang salah satu reviewnya adalah siteground, akhirnya sy memilih siteground untuk paket hosting dan domain website saya.

    Sy memilih paket Grow Big di Siteground.

    Bagusnya, karena siteground ada fasilitas Auto Manage WordPress Hosting-nya. Jadi sy yg masih pemula dan tidak mengerti bahasa HTML, tetap bisa membangun website sy sendiri step by step. Hehehe..

    Dan sekarang, website yang baru saya buat tsb, yaitu http://www.wakilatours.com
    sudah berhasil tayang. Alhamdulillah…

    Dan satu lagi, website saya yg lain http://www.wakilaotorentmakassar.com (yg dulu dibuatkan oleh jasa website dan berada di hosting lokal), juga telah berhasil saya pindah ke siteground, namun domainnya masih tetap di hosting lama karena masa kontrak domain saya sdh hampir habis, sehingga tdk bisa dipindahkan ke siteground. Sy harus perpanjang dulu domain tersebut agar bisa dipindahkan.

    Overal,
    Sy ucapkan terima kasih banyak atas artikelnya yg sudah membimbing sy untuk memilih hosting yang tepat.

    Salam sukses selalu.
    Didi.

    Reply
  11. Malam Pak Willya..

    Saya mau konsul masalah paket hosting..

    Rencananya sy mau buat lagi website baru (website B) dengan menggunakan hosting SiteGround.

    Namun sy masih bingung mau ambil paket yang mana..
    Apakan paket StartUp, atau paket GrowBig.. !!

    Soalnya ada 1 (satu) website saya yg lain (website A), yang rencananya saya mau migrasikan sekalian ke SiteGround.
    Jadi nanti ada 2 website (website B & A) yang saya akan hostingkan di SiteGround.

    Keunggulan paket GrowBig, bisa multiple website, sedangkan StartUp hanya bisa 1 website saja.

    Pertanyaan saya :
    1. Bila saya memilih paket GrowBig (untuk website B), dan seumpama nanti saya akan migrasi (website A) ke paket hosting GrowBig tersebut, apakah saya akan dikenakan biaya hosting lagi untuk (website A) tersebut?

    atau

    2. Haruskah saya pilih paket StartUp saja untuk setiap website saya?

    3. Menurut Bapak, manakah paket hosting yg lebih hemat dan efisien untuk 2 (dua) website saya tersebut?

    Mohon masukannya.

    Terima kasih

    Reply
    • Halo Pak Didi,

      Saran saya ambil paket Growbig saja untuk kedua website bapak, lebih efisien dan lebih hemat.

      Untuk migrasi website yang pertama itu gratis dari Siteground, tetapi untuk website kedua tidak lagi gratis. Yang jelas bapak tidak akan dikenakan biaya hosting lagi untuk website kedua, karena paket Growbig memang didesain untuk kebutuhan multiple website.

      Reply
  12. Gan mau nanya, Apakah Aman dan memungkinkan,
    jika saya membeli paket Grow Big (20gb, multiple web, 25rb visitor).
    dan saya mau jadikan semacam reseller hosting. misalnya saya menawarkan ke 10 orang yang mau menghosting webnya, dengan masing-masing batasan 2GB perorang (apakah bisa diatur di cpanel ?) .
    terus untuk domainnya saya beli misal di Idcloudhost (brhubung cukup murah) . untuk jumlah visitor sih, prediksi sy masih bisa diatasi untuk 10 web tersebut.

    slnjutnya. untuk masing2 Web, apakah CMS nya bisa beda2, misal ada yang wordpress, ada yg moodle, dll ?

    mdhn2 pertnyaan sy tdk membingungkan,
    jika membingungkan, pertanyaan sy, apakah di hosting Grow Big, saya bisa mengatur 10 domain berbeda (website tersendiri) dan bisa menginstal aplikasi yg berbeda?, terima kasih 🙂

    Reply
    • Yang pasti kalau buat di resell tidak memungkinkan. Kalau tujuannya buat resell kenapa tidak beli hosting yang memang sudah didesain untuk tujuan reseller hosting saja? Siteground menyediakan kok.

      Dan Kalau dipakai sendiri bisa kok mau 10 domain atau 10 website berbeda didalamnya. Bisa install aplikasi berbeda juga.

      Reply
      • Mas Willya, misal saya mau beli paket GrowBig. Kemudian saya mau membuka jasa bikin lending pej untuk 20 klien (artinya 20 domen & webset berbeda).

        Nah, kan itu lending pej kan nggak terlalu menguras resource kan ya kalo cuma sebatas membuat landing page 1 sampai 5 halaman saja di satu website ?.. (saya harap jawabannya iya, hehe)

        Nah, sekarang pertanyaannya, Apakah cukup paket GrowBig mengatasi ini ?

        Catatan : 20 Klien saya di kesepakatan tidak akan memiliki akses cPanel dan mereka setuju.

      • Cukup kok asal storagenya kurang dari 20GB dan jumlah kunjungan sebaiknya kurang dari 25.000 per bulannya. Mau 20, 50 atau 100an juga bisa asal resourcesnya masih mencukupi.

  13. Gan, untuk pembayaran dengan kartu kredit, kira2 bisa tidak pake VCN BNI (virtual credit number) yang sejenis master card?

    Reply
    • Saya tidak tahu soal ini, dicoba-coba saja pada saat checkout 😛
      Updated 10 April 2019: Seharusnya bisa mas kalau menggunakan VCB BNI Syariah (saya penggunanya soalnya dan sudah pernah coba pakai belanja online di merchant luar negeri lainnya dan kalau tidak salah VCN BNI Syariah ini juga bisa untuk verifikasi PayPal).
      Solusi lainnya bisa juga menggunakan Payoneer Debet Card.

      Reply
    • Idealnya 1 bulan paket startup itu (kalau kamu ingin stabil ya) traffic sekitar 25rb – 30rb sebulan. Jd kalau traffic kamu 20rb per day tidak akan kuat bahkan paket shared hosting manapun yang kamu ambil tidak akan kuat. Saran saya pilih Cloud Hosting Siteground saja, ambil dulu yang Entry, nanti kalau tidak kuat bisa diupgrade.

      Reply
  14. Pak Randika, saya pindah kesini
    jika hostingnya di Siteground… domain nya sekalian saja ya Pak memanfaatkan free dari site ground… atau Bapak ada masukan tentang domain.. makasih Pak

    Reply